October 11, 2010

Just Do It

Cerita ini diambil dari buku The Best Damn Sales Book Ever (dapat di tumpukan buku diskon Rp.10.000,- di gramedia)

Ini adalah kisah mengenai seorang lelaki yg memiliki komitmen, hasrat, dan kegigihan luar biasa – dan ia beruntung karena tidak memiliki hal yg lain. Tanpa pekerjaan, tanpa uang, dan memiliki keluarga yg harus dihidupi, apa yg dia inginkan adalah bekerja, pekerjaan apapun. setiap hari mencari dan terus mencari namun tidak ada pekerjaan yg ia dapat.

sebagai harapan terakhir ia menemui seorang pemuka agama dan meminta tolong agar dicarikan pekerjaan.

sang pemuka agama melihat ke arah lelaki itu, lalu berkata “ saya senang anda datang kemari, teman baik saya adalah presiden New York University (NYU), saya akan berikan anda surat rekomendasi, temuilah dia, saya yakin dia bisa membantu anda mendapatkan pekerjaan”.

Lelaki tadi merasakan senang dan semangat luar biasa dalam hatinya. ia segera pergi menemui presiden NYU itu dengan surat rekomendasi di tangannya. saat bertemu presiden NYU dia menceritakan semua kesulitannya, kehilangan pekerjaan, tanpa uang, dan keluarga yg harus dihidupi,lalu berkata pada sang presiden “ saya bersedia melakukan pekerjaan apapun, dapatkah anda menolong saya?”

Presiden tersebut melihat surat rekomendasi itu kemudian memandangi lelaki tersebut, “ saya senang anda datang, saya rasa anda bisa bekerja disini sebagai kepala pesuruh NYU” kata sang presiden. lelaki tadi girang bukan main, ia berkata “ itu adalah hal yg hebat. dapatkah saya mulai bekerja sekarang?”, presiden menjawab “tentu saja, namun anda perlu mengisi surat lamaran kerja ini terlebih dahulu, hanya untuk formalitas saja.”

Mendengar hal itu, wajah lelaki tadi mendadak pucat pasi, ia sedikit tertunduk dan berkata ”maaf saya tidak bisa; Anda tahu, saya tidak bisa membaca ataupun menulis.”

Sang presiden menatap pria tersebut dan berkata “ kita mendapatkan masalah. Anda harus mengerti bahwa saya adalah presiden dari sebuah universitas yg besar. bagaimana mungkin saya merekrut seseorang yg tidak dapat membaca ataupun menulis. saya mohon maaf yg sebesar-besarnya, nampaknya saya tidak bisa membantu anda”

lelaki tersebut merasa hancur sekarang, ia lalu berpamitan pada sang presiden. Saat melangkahkan kaki keluar ruangan, sang presiden berkata “Tunggu dulu! saya tidak suka melihat anda pergi dengan tangan kosong; kemari, ambillah ini”, ia lalu memberikan lelaki itu sekotak cerutu.

“terima kasih tuan, namun saya mohon maaf, saya tidak memerlukannya, saya tidak merokok” jawab lelaki itu. sang presiden langsung menyambungnya “ambillah, saya akan merasa senang kalau anda tidak pergi dengan tangan kosong. Cerutu ini masih baru dan terbungkus rapi.”

lelaki tersebut mengambilnya dan segera pergi. ia menyusuri jalanan kota tanpa tahu ingin kemana. ia pun sampai di tengah kota, daerah bisnis keuangan, dengan sekotak cerutu di tangannya. di sudut jalan ia melihat sebuah toko cerutu, dan mendapatkan ide untuk menjual cerutu miliknya ke toko itu.” setidaknya aku akan mendapatkan beberapa dolar” katanya pada diri sendiri.

Ia bergegas menemui sang pemilik toko, menceritakan kisahnya, dan mohon agar pemilik toko tersebut membeli cerutu miliknya. “ Saya sangat ingin membantu anda, tapi saya mohon anda dapat mengerti bahwa saya adalah pemilik toko dengan reputasi baik selama 20 tahun. Apa yg akan dikatakan pelanggan saya bila mereka tahu bahwa saya mulai membeli cerutu dari jalanan? saya sangat menyesal tidak dapat membantu anda”

lelaki tadi terdiam mendengar kalimat pemilik toko itu. “tapi tunggu dulu” lanjut sang pemilik toko, “ mungkin anda bisa menjual cerutu itu di sekitar sini, banyak orang berjalan dengan uang di kantongya. buatlah semacam papan pengumuman. anda bisa menjualnya seharga 1$ untuk tiap batangnya.”

“menurut anda apa saya bisa melakukannya?” tanya lelaki itu. “ tentu saja anda bisa mencobanya” kata pemilik toko .

pemilik toko itu lalu membuatkannya sebuah papan pengumuman.

lelaki tersebut sangat senang, setidaknya dia punya sesuatu untuk diusahakan, meski belum tahu apakah akan berhasil atau tidak. ia pun berkeliling beberapa blok. dan dalam 2 jam semua cerutunya sudah habis terjual. “waw ini hebat” pikirnya, “aku akan kembali ke toko tadi dan membeli 2 kotak lagi”.

Lelaki itu kembali ke toko tadi dan membeli 2 kotak cerutu dan menjualnya di tepi jalan yang ramai tidak jauh dari toko tersebut. ia terus menjual cerutu di sana sampai 5 tahun kemudian, sampai akhirnya dia berniat untuk membeli toko cerutu tadi. Ia mendatangi pemilik toko cerutu dan mengutarakan maksudnya.

“boleh saja, lagipula saya sudah 25 tahun di bisnis ini, sudah saatnya saya pensiun” kata sang pemilik toko. lelaki itu bertanya “lalu, berapa harga yang anda minta untuk toko ini?”. “saya ingin satu juta dollar” jawab pemilik toko. lelaki tadi diam sejenak, lalu berkata “menurut anda dimana saya bisa mendapatkan uang satu juta dollar?”. sang pemilik toko menjawab “ enatahlah, tapi anda bisa mencoba bertanya khan?”.

Lelaki tadi kemudian menemui seorang bankir dan menceritakan semua usahanya selama lima tahun terakhir, dan mengutarakan ingin mengajukan pinjaman satu juta dollar dari bank itu. “apa anda punya agunan?” kata sang bankir. “Apa? agunan--------apa itu? anda tahu,saya tidak bisa membaca dan menulis, saya benar2 tidak tahu apa itu agunan” jawab lelaki itu. si bankir yg merasa kesal kembali bertanya-dengan nada menjengkelkan “apa anda punya uang?”.

Lelaki itu merasa jengkel dengan nada bicara sang bankir,lalu menjawab dengan nada agak marah “saya punya tabungan, dan saya selalu menabung di bank ini”, ia merogoh tas kecilnya dan melemparkan buku tabungan ke meja bankir, dan berkata “ini bukunya, saya tidak tahu berapa jumlahnya”. si bankir tadi membuka buku tabungan itu dan terkejut, lalu berkata

“ Tuan, tabungan anda 476.000$” (mendadak ia memanggil lelaki tadi dengan kata Tuan). “EMPAT RATUS TUJUH PULUH ENAM RIBU DOLLAR, dari menjual cerutu di pinggir jalan” ulang si bankir dengan nada terkejut.

“Tuan, anda tidak bisa membaca dan menulis, tapi anda adalah seorang yang jenius dalam keuangan”, bankir tadi melanjutkan “tahu kah anda apa jadinya nasib anda jika bisa membaca dan menulis?”

lelaki tadi menjawab “ ya, saya akan jadi kepala pesuruh di NYU!”

[+/-] Selengkapnya...