November 02, 2009

Mencoba Berpikir Positif

susah memang melihat sesuatu secara utuh, bhkan mmg tidak mungkin. pernah melihat suatu benda secara utuh? biasanya kita cm bs liat dr sisi depan,atau belakang,atau samping saja, atau atas, atau bawah, klo cukup beruntung kita bisa lihat semua sisi dengan cermin keliling, tp apa kita bisa melihat semua sisi secara bersamaan? yg melihat kursi dari bawah mgkn tdk prnah melihat kursi itu indah sebelum kursi itu dibalik atau dibaringkan, bahkan jika itu singgasana seorang raja sekalipun. tp jika kursi itu dibalik apa masih bisa menjalankan fungsinya? akhirnya kita harus menyadari tidak semua sisi harus tampak indah,tp tentu semua sisi bisa berfungsi dengan indah. sebagian memang harus mengalah,karena bersikap adil memang bukan keahlian terbaik manusia, kemampuan terbaik manusia adalah berpikir, dan berpikir positif tentu bisa jd penengah yang baik. berpikir positif itu sendiri tidak lebih dari upaya memberikan alasan-alasan yg baik bagi diri sendiri, alasan baik dari berbagai sisi atas apa yang terjadi, atas apa yang dirasakan, atas apa yang ada di hadapan kita. akhirnya alasan-alasan yang baik mengenai sesuatu tetap saja merupakan hal yg bersifat relatif, dan tidak bebas nilai. alasan - alasan yang baik atas apa yang terjadi pada diri kita seringkali harus datang dari pemahaman atas nilai yang berlaku pada sisi yang lain, dan mari kita percaya bahwa tidak akan datang suatu pemahaman kecuali dengan belajar, kecuali dengan belajar.

[+/-] Selengkapnya...

April 15, 2009

TEORI PENULARAN NGANTUK

Bener ga sih ngantuk/nguap itu menular ? Karena bosan mendengar opertanyaan semacam itu, diriku mencoba berteori saja, teori fiksi non ilmiah berlandaskan kebebasan berfikir dan mengemukakan pendapat secara langsung,umum,jujur,adil,dan bebas (halah!)

PERINGATAN KERAS, ini teori tingkat tinggi kawan, serumit konspirasi-konspirasi untuk korupsi, dan meruntuhkan ekonomi, jadi….baca saja dan jangan berpikir, jangan berpikir,anda tidak akan sanggup.wkwkwkwk

Teori Gila #1 :

Pada saat tubuh kekurangan oksigen hingga level tertentu, suatu “senyawa x” dihasilkan oleh tubuh yang kemudian memberikan perintah pada otak agar ‘menguap’, dan saat seseorang menguap (katakanlah si A), “senyawa x” tadi ikut terlepas ke udara, dan terhirup oleh orang yang sedang sial ,katakanlah si B, yang berada di dekat si A, akhirnya “senyawa x” td ikut memerintahkan otak si B untuk menguap (mungkin “senyawa x” sudah mulai dihasilkan di tubuh si B namun jumlahnya belum cukup, dengan terhirupnya “senyawa x” tambahan dari si A, jadilah si B menguap).

(mirip seperti saat tubuh menghasilkan enzim yg memerintahkan pelepasan zat asam lambung saat makanan mulai memasuki daerah tenggorokan, enzim tsb saat diinjeksi ke dalam darah orang yang tidak sedang makan dapat pula menyebabkan terjadinya pelepasan asam lambung seperti layaknya orang yang sedang makan)

Teori Gila #2 :

pada saat si A menguap dengan tidak senonoh, si B merespon tindakan si A sebagai suatu ‘alarm’ bahwa si B sebenarnya juga mulai kekurangan oksigen (sekali lagi, kekurangan oksigennya hampir cukup untuk merangsang otak agar memberi perintah menguap), otak si B merespon tindakan si A dan meneruskannya dengan memberikan sinyal ke tubuh untuk menguap saat si B memang hampir menguap dengan sendirinya,jadi deh si B ikut nguap.Hoahem….jadi ngantuk :)

Hahaha, tapi itu hanya untuk bersenang-senang saja kawan, dan yang paling penting, ini teori orisinil.:)

[+/-] Selengkapnya...

April 13, 2009

INDAHNYA PANTAI, CERMIN BAHAYA-NYA LAUTAN

INDAHNYA PANTAI, CERMIN BAHAYA-NYA LAUTAN

Judul di atas bukan karena saya sedang mencoba berkata-kata mutiara, tapi tulisan itu ada di bagian paling bawah dari stiker kalender pembagian seorang Caleg (yang mungkin sekarang sudah jadi gila karena gagal menjadi legislator), kebetulan stikernya nempel di warung makan langganan,kebaca terus deh. Pertama kali baca tulisan di sticker itu, spontan terlontar kata-kata “ what the……..”

Berkali-kali membaca tulisan itu, saya belum berhasil menangkap makna yang ingin disampaikan si caleg dengan memasang kata-kata itu di stikernya, jd saya putuskan untuk mencoba membaca pikiran si caleg dari sudut pandangnya tanpa melepaskan sudut pandang pribadi (ga ada urusan obyektifitas disini kawan,hehe).

kira-kira begini, karena foto wajah si caleg itu tak seindah pantai- yang berpasir hitam sekalipun, dipasanglah tulisan itu supaya orang ga milih caleg yang cuma good looking, tapi sialnya ga semua masyarakat tau sepak terjang semua caleg, termasuk si caleg stiker kalender itu, bahkan mungkin cuma keluarganya di rumah yang tau, hihihihi, orangnya masih muda,partainya juga baru koq. kalau masyarakat ga tau sepak terjangnya,dan tampangnya juga ga cakep, mending jgn dipilih deh, ntar jadi politisi yang lupa diri malah bikin gondok kuadrat. Udah tampangnya bikin sepet mata, kelakuannya bikin makan hati.

PANTAINYA JELEK, LAUTNYA SAMA BERBAHAYA..…..

[+/-] Selengkapnya...